Berita Berita Morotai
Penetapan Morotai Sebagai KEK Menggerakan Ekonomi Maluku Utara

Penetapan Morotai Sebagai KEK Menggerakan Ekonomi Maluku Utara
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara memastikan Morotai akan menjadi penggerak ekonomi Maluku Utara dari sektor kelautan dan perikanan, menyusul komitmen pemerintah mempercepat pembangunan daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah itu.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara memastikan Morotai akan menjadi penggerak ekonomi Maluku Utara dari sektor kelautan dan perikanan, menyusul komitmen pemerintah mempercepat pembangunan daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah itu.

DKP Maluku Utara Buyung Rajilun di Ternate, Jumat (23/10) mengatakan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Morotai sebagai KEK tersebut tercantum dalam paket ekonomi V yang baru dimumumkan pemeritah. Dalam paket ekonomi V itu pemerintah akan mempercepat pembangunan tujuh KEK di Indonesia, salah satunya KEK Morotai.

Pemerintah menetapkan Morotai yang terletak di wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina menjadi KEK pada tahun 2012 yang dibarengi dengan serangkaian pelaksanaan Sail Morotai di daerah ini dengan fokus pada pengembangan sektor kelautan dan perikanan, baik dari segi penangkapan maupun industri pengolahannya.

Selanjutnya Buyung Rajilun menambahkan dengan adanya percepatan pembangunan Morotai sebagai KEK, maka berbagai permasalahan yang selama ini menghambat pengembangan Morotai sebagai KEK seperti misalnya dari segi infrastruktur bisa segera teratasi. Ditetapkannya Morotai sebagai KEK ini tentunya akan dibangun juga infrastrukturnya oleh pemeritah, baik berupa jalan, pelabuhan maupun pembangkit listriknya.

Dengan teratasinya berbagai permasalahan itu, maka diharapkan akan dapat mempercepat masuknya para investor ke Morotai sehingga kontribusinya dalam upaya menggerakkan ekonomi Maluku Utara semakin besar baik dari pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan maupun penyediaan lapangan kerja.

Selain itu Buyunh Rajilun mengungkapkan sejak pemerintah menetapkan Morotai menjadi KEK sudah banyak investor yang berasal dari dalam dan luar negeri, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan yang masuk. Diantaranya yaitu konsorsium perusahaan perikanan dari Taiwan yang menyediakan dana investasi mencapai lebih dari Rp30 triliun.

Konsorsium perusahaan perikanan dari Taiwan itu selain mengembangkan usaha penangkapan ikan, juga mengembangkan industri pengolahannya dan termasuk berbagai usaha terkait lainnya seperti galangan kapal serta pabrik es yang keseluruhannya diarahkan untuk kebutuhan ekspor.

Apabila seluruh hal tersebut sudah dapat terealisasi, maka Maluku Utara bisa menjadi kiblat industri perikanan di wilayah Indonesia Timur sekaligus menjadi pintu gerbang ekspor perikanan Indonesia ke wilayah pasifik. Hal tersebut didukung dengan lokasi Morotai yang strategis berada di jantung Asia Pasifik diantara Asia dan Australia.

Keunggulan geoekonomi Morotai antara lain merupakan pulau terluar di sisi timur laut Indonesia yang dekat dengan Jepang dan Taiwan, serta berada pada alur laut Kepulauan Indonesia III yang juga merupakan jalur migrasi ikan tuna dan memiliki objek wisata sejarah skala dunia berupa peninggalan Perang Dunia II.





Berita Berita Morotai Lainnya
Gubernur Malut Dijadwalkan Lantik Penjabat Bupati Morotai
Gubernur Malut Dijadwalkan Lantik Penjabat Bupati Morotai
Selasa, 27 Oktober 2015 12:21 WIB
Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, dijadwalkan melantik Penjabat Bupati Pulau Morotai, Yahya Hasan setelah SK-nya dikeluarkan Kemendagri untuk menggantikan Rusli Sibua yang terjerat kasus suap mantan Ketua MK Akil Mukhtar.